Selamat datang di Indoasia Aset Manajemen
 
Bank Indonesia (BI) akhirnya memenuhi permintaan pasar. Secara tak teduga, BI memangkas suku bunga acuan 7-Day Reverse Repo Rate (7DRR). Dalam rapat dewan gubernur (RDG) BI yang digelar pada hari ini Selasa (22/8), BI menurunkan turun 25 basis poin (bps) menjadi 4,5%.
Perusahaan perkebunan milik Grup Bakrie, PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk, mencatat penjualan bersih sebesar Rp 743 miliar sepanjang semester I-2017. Jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, penjualan emiten dengan kode UNSP ini turun 3,5% dari Rp 770 miliar di periode sama tahun lalu.
Kendati terdapat posisi underperform, mayoritas saham blue chips masih mampu outperform terhadap IHSG. Jika dibandingkan return sejak awal tahun dan paruh waktu 2017, trennya justru malah meningkat.
Laba bersih dari emiten berkode saham HEXA di Bursa Efek Indonesia (BEI) di kuartal I lalu tercatat tumbuh hingga 150%. Bila kuartal I tahun 2016 Hexindo hanya memperoleh laba bersih US$ 1,9 juta, kuartal I tahun ini laba bersih Hexindo mencapai US$ 4,8 juta.
Rencana PT Jasa Marga Tbk (JSMR) melakukan sekuritisasi aset dengan skema kontrak investasi kolektif efek beragun aset (KIK EBA) semakin jelas. Perusahaan pelat merah ini memilih PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI) untuk meluncurkan produk tersebut.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) membacakan Pidato Presiden dalam rangka penyampaian RAPBN 2018, di Gedung DPR/ MPR, Rabu (16/8). Dalam pidatonya, Jokowi mengatakan, RAPBN 2017, berpedoman pada tiga kebijakan utama.
Bank Indonesia (BI) memastikan kartu uang elektronik milik BCA bisa digunakan di seluruh ruas tol di Indonesia pada September 2017.
Analis Fixed Income MNC Securities I Made Adi Saputra dalam risetnya hari ini mengatakan, faktor yang mendorong penurunan adalah pertama, data neraca perdagangan Indonesia yang mencatatkan defisit.
Bertambah lagi perusahaan pelat merah yang merambah bisnis baru di luar bisnis inti. Selain sebagai upaya diversifikasi dan menambah nilai, emiten BUMN juga mendorong efisiensi bisnis.
Pertumbuhan ekonomi Negeri Matahari Terbit pada periode April sampai Juni 2017 tercatat tumbuh 4% secara tahunan. Pencapaian tersebut lebih tinggi dari rata-rata perkiraan ekonom yang disurvei Reuters yakni sebesar 2,5%.
Trend bullish menghinggapi batubara. Harganya terus melambung bahkan telah menembus level US$ 90,85 per metrik ton pada akhir pekan lalu. Analis memperkirakan, sampai akhir tahun ini, harganya masih mampu melanjutkan penguatan hingga mencapai US$ 100 per metrik ton.
Mengutip Bloomberg, pada penutupan perdagangan Jumat (11/8), harga batubara kontrak pengiriman Oktober 2017 di ICE Futures tercatat menguat 0,5% ke level US$ 90,85 per metrik ton.
ujuh tambang batubara di Provinsi Heilongjiang, China, akan ditutup pada tahun ini. National Energy Administration (NEA) seperti dilansir Xinhua, Kamis (10/8), menyatakan penutupan tambang sebagai tindak lanjut dari kebijakan pemangkasan kapasitas produksi batubara nasional.
Dalam RUPS ini nantinya akan dilakukan persetujun pemecahan nilai nominal saham stock split dari Rp 500 per saham menjadi Rp 250 per saham.
Direktur Keuangan TINS, Emil Ermindra mengatakan, proyek pengembangan smelter timah low grade karena diambil dari lahan primary rock sehingga dibutuhkan teknologi yang mampu mengolah biji timah jenis tersebut.
PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) terus mengejar target marketing sales atau penjualan pemasaran. Maklum, sepanjang tujuh bulan pertama tahun ini, perusahaan properti ini baru mengantongi marketing sales Rp 1 triliun.
Beberapa bank berusaha meningkatkan pertumbuhan kredit manufakur. Hal ini seiring dengan mulai membaiknya pertumbuhan industri manufaktur pada awal tahun.
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) melalui anak usahanya, PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) telah melunasi pinjaman senilai Rp 1 triliun. Pinjaman itu berasal dari tiga institusi perbankan, yakni BNI, Bank Mandiri dan Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ.
PT PP Tbk (PTPP) berencana merilis perpetual bonds pada Agustus tahun ini. Perpetual bonds atau obligasi bunga abadi adalah obligasi yang memiliki tingkat bunga dan pembayaran secara berkala, tanpa batas waktu.
Produksi dan penjualan batubara PT Adaro Energy Tbk (ADRO) di kuartal II-2017 cenderung stagnan. Pada periode itu, produksi batubara ADRO sebesar 13,27 juta ton, tak jauh berbeda dari produksi di kuartal II-2016 yang sebesar 13,23 juta ton.
Terms of Use / Privacy and Security © 2013 PT. Indoasia Aset Manajemen All rights reserved