Selamat datang di Indoasia Aset Manajemen
 
Pergerakan rupiah hari ini masih belum bisa pulih sejak pekan lalu. Pasalnya harga komoditas langganan impor domesktik yakni minyak sedang naik lagi.
Bursa saham Asia bergerak mendekati posisi terendah empat bulan pada perdagangan Selasa (21/5). Dipicu meningkatnya kekhawatiran masuknya daftar hitam raksasa telekomunikasi China Huawei Technologies yang akan mengobarkan ketegangan hubungan antara Washington dan Beijing.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju di zona hijau di awal perdagangan Selasa (21/5). Mengutip RTI, indeks naik 0,63% ke level 5.945,95 pukul 09.15 WIB.
Direktur Avere Investama, Teguh Hidayat menjelaskan IHSG bisa kembali turun dibanding potensi kenaikannya. “Sentimen yang mempengaruhinya selain perang dagang juga kondisi politik di Indonesia khususnya pengumuman Hasil Rekapitulasi Pemilu 22 Mei mendatang,” jelasnya kepada Kontan.co.id, Jumat (17/5) lalu.
Kurs rupiah terhadap dollar AS diperkirakan bergerak melemah pada perdagangan Senin (20/5). Hal ini akibat efek perang dagang antara AS dan China yang membuat para investor menjauhi aset-aset berisiko.
“Kenaikan imbal hasil US Treasury dipicu oleh pelemahan dollar AS akibat sentimen perang dagang yang memanas antara AS-China,” ungkap Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia Ahmad Mikail dalam riset harian yang diterima Kontan.co.id.
Wall Street berhasil ditutup naik untuk hari ketiga berturut-turut pada perdagangan Kamis (16/5). Sentimen positif datang dari optimisme laporan pendapatan dan kuatnya data ekonomi yang mendorong gairah pelaku pasar mengambil posisi beli.
Eskalasi perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China turut kembali memicu peralihan modal dari negara berkembang ke negara maju.
Perang dagang antara Amerika Serikat dengan China yang kembali memanas bakal menyulitkan ekonomi Indonesia. Perseteruan itu memicu lesunya ekspor, hingga berimbas ke pertumbuhan ekonomi yang sulit melaju di atas 5%.
Analis Binaartha Sekuritas M. Nafan Aji menuturkan, pergerakan IHSG hari ini masih akan disetir sentimen negatif perang dagang dan neraca dagang. Tapi, keputusan suku bunga Bank Indonesia berpotensi meredam sentimen negatif. "Suku bunga diprediksi tetap 6%," kata Nafan.
Harga emas cenderung stabil di bawah US$ 1.300 per ons troi. Sejumlah faktor membendung penurunan harga emas lebih dalam. Kenaikan tensi geopolitik Timur Tengah dan belum adanya kejelasan kelanjutan perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China menyebabkan investor cenderung menunggu sinyal lanjutan.
Meski bursa saham kompak turun pada pagi ini, mata uang Asia bergerak bervariasi. Penguatan tampak pada mata uang yen, ringgit, rupiah, baht, dan dollar Hong Kong. Semenara yuan, peso, won, dollar Singapura, dan dollar Taiwan pagi ini melemah.
Penguatan mayoritas bursa Asia ini menyusul kenaikan Wall Street semalam. "Dalam jangka pendek pasar saham mulai mencerna putaran terbaru perang dagang," kata Soichiro Monji, senior strategist Sumitomo Mitsui DS Asset Management kepada Reuters.
Hari ini, sentimen perang dagang masih akan mempengaruhi pergerakan rupiah. "Kabarnya, China dan AS akan kembali berunding pada Jumat (16/5). Jika ada kesepakatan baru, maka akan mempengaruhi pergerakan rupiah," terang David Sumual, Ekonom Bank Central Asia.
Sentimen eksternal membuat pasar obligasi dalam negeri kocar-kacir. Buktinya, yield surat utang negara (SUN) kembali naik. Namun, para analis memprediksi penerbitan surat utang korporasi di tahun ini tetap mumpuni.
Harga minyak turun lagi. Bahkan, harga minyak brent pagi ini turun di bawah level US$ 70 per barel akibat kekhawatiran perlambatan ekonomi dan perang dagang.
Pasar saham terjerembap setelah China mengumumkan tarif balasan kepada Amerika Serikat (AS) yang Jumat (10/5) menaikkan tarif dari 10% menjadi 25% untuk US$ 200 miliar produk impor dari China. Kemarin, China mengatakan akan menerapkan tarif lebih tinggi pada US$ 60 miliar produk impor dari AS.
Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia Ahmad Mikail menilai, tren bearish rupiah bisa berlanjut karena sentimen negatif dari eksternal masih menyelimuti. "Market belum priced in retaliasi apa yang akan dilakukan China untuk merespons kenaikan tarif impor oleh AS," jelas dia.
Kebuntuan negosiasi dagang ini menyebabkan pasar saham dan komoditas cenderung tertekan di awal pekan. Menurut data International Energy Agency, AS dan China mengontribusi 34% konsumsi minyak global pada kuartal pertama 2019.
Harga emas menguat dalam tiga hari perdagangan berturut-turut seiring memanasnya negosiasi dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China. Dalam sepekan terakhir, harga emas menguat 0,40%.
Terms of Use / Privacy and Security © 2013 PT. Indoasia Aset Manajemen All rights reserved