Selamat datang di Indoasia Aset Manajemen
 
Investasi pada surat utang korporasi dinilai masih menarik bagi para investor berkat tawaran kupon yang tinggi. Namun, investor tetap perlu mewaspadai risiko yang ditimbulkan kala berinvestasi pada instrumen tersebut.
Tertekannya pasar obligasi dan pasar saham beberapa bulan lalu, membuat Nilai Aktiva Bersih (NAB) industri reksadana terkoreksi. Adanya kebutuhan likuiditas jelang Lebaran dan libur panjang juga membuat NAB terkikis.
Perhatian investor beralih pada pertemuan G7 untuk mencari petunjuk mengenai prospek perdagangan global. Presiden Prancis Emmanuel Macron memperingatkan bahwa dia tidak akan menandatangani pernyataan bersama, kecuali Presiden AS Donald Trump bersedia mengubah kebijakan tarif impor. Kanselir Jerman Angela Merkel juga berjanji menantang Trump.
Harga minyak global mengalami kenaikan pada perdagangan di Asia setelah Venezuela menaikkan prospek bahwa Negeri Telenovela itu akan mengurangi sejumlah ekspor minyaknya. Kenaikan harga minyak juga dipicu oleh permintaan Amerika Serikat pada produsen OPEC untuk meningkatkan produksinya.
Tujuh indeks sektoral mencatat penurunan seiring koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sejak awal tahun. Hanya sektor tambang dan industri dasar yang menguat pada tahun ini.
Ketika bursa saham membukukan keuntungan yang tajam, logam mulia biasanya turun, karena para investor tidak selalu mencari aset-aset safe haven seperti logam mulia.
Harga batu bara kembali melanjutkan reli pada akhir perdagangan kemarin, Senin (4/6/2018), di tengah prospek tingginya permintaan.
Adapun Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan kenaikan upah di AS solid, sehingga membuat potensi kenaikan suku bunga AS bulan ini semakin pasti sekaligus meningkatkan ekspektasi penaikan sebanyak empat kali tahun ini.
Investor diminta untuk tidak khawatir terhadap risiko emiten yang banyak mencari sumber pendanaan tahun ini lewat utang atau obligasi. Meskipun, Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan sebanyak dua kali menjadi 50 basis poin ke level 4,75% dan berpotensi meningkatkan beban bunga pinjaman emiten.
Pada kuartal I-2018 lalu, World Platinum Investment Council (WPIC) mencatat adanya defisit platinum sebanyak 125.000 ons. Data tersebut menjadi sentimen positif yang menopang harga platinum keluar dari tekanan.
Harga batu bara mampu melanjutkan relinya pada akhir perdagangan hari ketiga berturut-turut, Rabu (30/5/2018), di tengah berlangsungnya inspeksi lingkungan.
Investor sebaiknya tidak terlalu buru-buru berubah haluan. Investor mengambil sikap wait and see terlebih dahulu sebelum menyusun ulang portofolio investasi pasca kenaikan suku bunga acuan.
Berdasarkan data Infovesta Utama, di Mei 2018 ada 36 produk reksadana baru di luar jenis penyertaan terbatas yang diterbitkan MI hingga 25 Meri 2018. Produk yang paling banyak dirilis adalah reksadana terproteksi dengan jumlah 29 produk reksadana.
Terlepas dari hasil penjualan Savings Bond Ritel seri SBR003 yang tak bisa melampaui pencapaian seri sebelumnya, analis menilai instrumen obligasi masih menjadi pilihan yang menarik bagi investor ritel.
Kemarin, harga minyak turun 1,69%. Penurunan ini mempertajam penurunan hari-hari sebelumnya. Dalam lima hari perdagangan terakhir, harga minyak merosot 7,77% dari level tertinggi sepanjang tahun 2018.
Analis melihat tekanan terhadap inflasi di AS akan cukup rendah di bulan April, seiring kemungkinan turunnya harga minyak dan lemahnya pertumbuhan upah di AS
Posisi dollar AS yang saat ini sudah cukup tinggi membuka peluang koreksi. Ekspektasi pelaku pasar terhadap kenaikan suku bunga yang lebih agresif tahun ini juga tengah teredam pasca rilis pertemuan FOMC akhir pekan lalu. "Harga gas alam pun berpeluang semakin menguat seiring dengan melemahnya dollar nanti karena pelaku pasar melakukan hedging pada gas alam
Bisnis jasa pengiriman uang atau remitansi akan meningkat pada momen Ramadan dan Idul Fitri di tahun 2018 ini. Pasalnya, pada momen ini, pengiriman uang dari para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) biasanya akan lebih banyak dibandingkan bulan normal. Perbankan mencatat, rata-rata remitansi pada
Pada perdagangan Kamis, harga batu bara untuk kontrak Januari 2019, kontrak teraktif di bursa komoditas Rotterdam, ditutup menguat 0,17% atau 0,15 poin di posisi US$90,60/metrik ton.
Aksi profit taking menyelimuti pergerakan harga minyak setelah melaju kencang beberapa pekan terakhir. Masih tingginya produksi minyak mentah Amerika Serikat (AS) juga turut menekan harga minyak menjauhi level tertingginya di US$ 72 per barel. Selain itu, pelaku pasar tampaknya tengah menanti kelanjutan kebijakan OPEC yang akan diketahui pasti pertengahan bulan depan.
Terms of Use / Privacy and Security © 2013 PT. Indoasia Aset Manajemen All rights reserved