Selamat datang di Indoasia Aset Manajemen
 
Unggulnya kinerja reksa dana saham ditopang oleh kinerja beberapa sektor saham seperti pertambangan, properti dan industri dasar dan kimia yang melaju cukup kencang pada bulan ini.
Kenaikan harga gas alam merespon rilis data Energy Information Administration (EIA) pada 18 Januari, yang menunjukkan penurun persediaan gas alam di AS. Hingga 12 Januari lalu, stok gas alam AS turun menjadi 183 miliar kaki kubik, atau di bawah level rata-rata lima tahun terakhir yang mencapai 203 miliar kaki kubik.
Fluktuasi harga emas diperkirakan akan berlangsung hingga akhir kuartal pertama. Sebab, sejumlah sentimen positif dan negatif akan membayangi pasar emas.
Realisasi pendanaan pada 2017 meningkat 30,27% dibandingkan realisasi 2016 senilai Rp 195,37 triliun.
Persetujuan parlemen Uni Eropa terhadap larangan penggunaan minyak sawit mentah atawa crude palm oil (CPO) dalam bahan bakar alternatif menekan harga komoditas ini. Alhasil, harga CPO kembali mencetak rekor terendahnya dalam tiga bulan terakhir.
Industri reksadana tahun ini akan positif seiring dengan fundamental ekonomi yang juga diprediksi positif. Cerahnya prospek makro ekonomi Indonesia bisa turut mendongkrak kinerja reksadana saham dengan imbal hasil tertinggi ketimbang jenis lain.
Sajian data ekonomi China yang menunjukkan perbaikan di awal tahun ini memberi sentimen positif bagi komoditas logam industri termasuk nikel. Setelah sempat terkoreksi pada penutupan perdagangan Rabu (17/1), analis menyakini harga nikel akan bergerak naik. Secara jangka panjang, harga nikel masih diselimuti sentimen positif.
Sesuai proyeksi, Bank Indonesia (BI) kembali mempertahankan suku bunga acuannya (BI 7-Day Reverse Repo Rate) di level 4,25% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulan ini.
Efek beragun aset dinilai menjadi produk investasi alternatif yang bisa disediakan oleh manajer investasi untuk membantu pendanaan proyek infrastruktur pemerintah.
Pemerintah ingin meningkatkan daya beli masyarakat. Ini tak terlepas dari tahun politik pada 2018 dan 2019 di mana diprediksi akan banyak uang beredar di masyarakat. "Ini menggairahkan ekonomi dengan bisa belanja kembali dan bisnis riil tumbuh
Produksi industri di China pada Desember lalu masih meningkat dan mencatat pertumbuhan mencapai 6,1%. Ini menjadi sentimen positif bagi logam industri, termasuk tembaga.
Di akhir perdagangan kemarin, harga batu bara untuk kontrak April 2018, kontrak teraktif di bursa komoditas Rotterdam, ditutup melemah 0,11% atau 0,1 poin ke level US$92,30 per metrik ton.
Sebagian besar analis dan pelaku pasar mengatakan, harga minyak memang rentan aksi ambil untung, karena hedge fund telah menghimpun sejumlah rekor bullish pada minyak mentah AS.
Emas berjangka di pasar Amerika Serikat turun dari posisi tertinggi empat bulan pada perdagangan Selasa (16/1). Komoditas logam mulia terkoreksi setelah dollar AS bangkit dari keterpurukannya.
Dilansir Bloomberg, harga minyak Brent ditutup di atas US$70 per barel untuk pertama kalinya dalam tiga tahun setelah Menteri Perminyakan Irak Jabbar al-Luaibi mengatakan pada hari Sabtu (13/1) bahwa pembatasan produksi telah memberi kontribusi terhadap stabilitas di pasar, karenanya harus dipertahankan.
Dalam dua tahun terakhir, investor lokal memang lebih mendominasi kepemilikan efek pasar modal. Pada 2016, misalnya, OJK mencatat porsi kepemilikan efek lokal mencapai 51,86%. Padahal, pada tahun-tahun sebelumnya, investor asing cenderung merajai kepemilikan efek di pasar modal Tanah Air.
Beberapa bank sudah mengantisipasi perpindahan debitur korporasi ke pasar modal karena beban bunga saat ini yang ditawarkan cukup kompetitif.
Obligasi atau reksadana pasar uang ya mungkin lebih stabil. Kecuali kalau ada perubahan arah kebijakan dari BI, perubahan tingkat suku bunga, lalu risiko rupiah yang tiba-tiba melemah
Pada prinsipnya, green bond mensyaratkan adanya jaminan bahwa dana obligasi digunakan untuk proyek yang ramah lingkungan. Penerbit harus melampirkan dokumen pendukung yang menunjukkan benar-benar pemanfaatannya untuk proyek ramah lingkungan.
Ketidakpastian mengenai sikap China berpotensi mengurangi minat investor atas aset berisiko, sementara dolar kemungkinan juga masih terdampak oleh pergerakan yen seiring dengan spekulasi tentang keluarnya Bank of Japan dari kebijakan stimulus moneternya.
Terms of Use / Privacy and Security © 2013 PT. Indoasia Aset Manajemen All rights reserved