Selamat datang di Indoasia Aset Manajemen
 
Dalam sepekan terakhir, rupiah melemah 0,84%. Ini adalah pelemahan mingguan pertama setelah rupiah menguat dalam empat pekan berturut-turut.
Rencana kelanjutan negosiasi tatap muka kedua negara yang muncul sejak awal bulan ini mengangkat pasar saham yang rontok di bulan Agustus. "Ada pembicaraan konstruktif belakangan. Tapi jika ada kesepakatan, mungkin hanya akan sangat ringan, kesepakatan kecil, karena AS dan China masih sangat jauh dari masalah utama," kata Ben Phillips, chief investment officer EventShares kepada Reuters.
Bursa Asia terangkat keputusan bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve yang menurunkan suku bunga acuan pada Rabu (18/9). Hari ini, pasar saham menunggu keputusan Bank of Japan yang juga menggelar rapat bulanan.
"Harga emas turun karena hanya tujuh dari 17 anggota Federal Open Market Committee yang memperkirakan satu kali lagi pemangkasan hingga tutup tahun ini," kata Tai Wong, head of base and precious metals derivatives trading BMO kepada Reuters.
Khoon Goh, head of Asia research ANZ Singapura mengatakan bahwa perang dagang AS-China kini tidak menjadi perhatian utama setelah adanya serangan ke fasilitas minyak Arab Saudi. "Dampaknya ke mata uang Asia akan menjadi tiga kali lipat.
"Ada nada risk-off di pasar saham. Tapi mengejutkan karena pasar tidak bereaksi berlebihan," kata Tsutomu Soma, general manager of fixed income business solutions SBI Securities kepada Reuters.
Dolar AS jatuh sementara instrumen safe-havens dan mata uang negara-negara penghasil minyak menguat pada Senin (16/9). Perkembangan harga tersebut menyusul serangan terhadap fasilitas pengilangan Arab Saudi yang mengganggu pasokan minyak global dan meningkatkan ketegangan Timur Tengah.
Volume produksi batubara nasional masih belum jelas. Pasalnya, pemerintah masih bimbang untuk memberikan tambahan kuota produksi batubara dalam revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB).
Wall Street kembali menguat setelah European Central Bank (ECB) kemarin memangkas suku bunga dan akan mengucurkan stimulus. Kamis (12/9), Dow Jones Industrial Average menguat tipis 0,17% ke 27.182,45.
Rupiah memantapkan penguatan di bawah level Rp 14.000 untuk hari kedua. Jumat (13/9) pukul 8.17 WIB, kurs rupiah spot menguat 0,35% ke Rp 13.945 per dolar Amerika Serikat (AS).
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali meminta The Federal Reserve untuk menurunkan suku bunga. Tak kepalang tanggung, kali ini Trump meminta The Fed untuk mendorong suku bunga turun ke teritori negatif.
Pasar saham melaju ditopang oleh saham-saham teknologi dan industri yang sensitif terhadap tarif impor. China menunjukkan itikad baik menjelang negosiasi dagang dengan Amerika Serikat (AS) pada bulan depan.
Sebagian besar perusahaan minyak memprediksi permintaan minyak akan mencapai puncak antara akhir tahun 2020 dan 2040-an. Namun, Badan Energi Internasional (IEA), tidak memprediksi permintaan tajam minyak bakal terjadi sebelum 2040, lebih karena meningkatnya permintaan petrokimia dan penerbangan, bukan karena mengimbangi penurunan permintaan minyak untuk transportasi jalan.
Investor menantikan pertemuan kebijakan Federal Reserve AS dan Bank Sentral Eropa, dengan keduanya diperkirakan menurunkan suku bunga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi global.
Sejumlah sentimen positif menyokong kenaikan harga komoditas energi ini sejak pekan lalu. Rencana pertemuan AS dan China untuk negosiasi perdagangan menjadi salah satu penyebab kenaikan harga pekan lalu.
Minat risiko yang perlahan kembali serta naiknya yield US Treasury memberatkan langkah harga emas. "Posisi emas sangat bullish sehingga tidak heran ada sejumlah profit taking dan aksi jual sekarang," kata Bart Melek, head of commodity strategist TD Securities kepada Reuters.
Pasar saham Asia menguat tipis pada hari Senin (9/9), di tengah suasana pasar yang hati-hati karena investor menyematkan harapan pada kemungkinan stimulus untuk mendukung pertumbuhan di ekonomi utama dunia.
Harga minyak dunia merangkak naik pada perdagangan Senin (9/9). Setelah pejabat Arab Saudi mengatakan tidak akan ada perubahan dalam kebijakan OPEC menyusul diangkatnya Pangeran Abdulaziz bin Salman sebagai menteri energi baru untuk eksportir minyak mentah terbesar dunia itu.
Nilai tukar rupiah melanjutkan penguatannya empat hari beruntun pada perdagangan Senin (9/9). Mengutip Bloomberg pukul 08.24 WIB, rupiah naik 0,09% ke Rp 14,088 per dolar AS.
Bursa Asia melanjutkan kenaikan pada perdagangan terakhir pekan ini. Jumat (6/9) pukul 8.32 WIB, indeks Nikkei 225 menguat 0,49%. Hang Seng melaju 0,67% ke 26.694.
Terms of Use / Privacy and Security © 2013 PT. Indoasia Aset Manajemen All rights reserved