Selamat datang di Indoasia Aset Manajemen
 
Wall Street melorot pada akhir perdagangan Rabu (23/9) setelah data aktivitas bisnis AS menunjukkan pelemahan dan kebuntuan di Kongres tentang stimulus fiskal baru meningkatkan kekhawatiran tentang ekonomi, sementara pandemi virus corona tetap tak terkendali.
Nilai tukar rupiah di pasar spot kembali tak bertenaga di awal perdagangan hari ini. Kamis (24/9), rupiah spot dibuka di level Rp 14.825 per dolar Amerika Serikat (AS).
Mayoritas bursa Asia dibuka melemah pada Kamis (24/9), mengikuti Wall Street yang melemah tajam di tengah kekhawatiran pemulihan ekonomi global mulai memudar.
Rupiah berpotensi melanjutkan pelemahannya pada perdagangan Rabu (23/9/2020) menguji level Rp14.850 per dolar AS.
Dilansir dari Bloomberg, indeks S&P/ASX 200 Australia dibuka di zona hijau dengan kenaikan sebesar 0,6 persen. Pasar Korea Selatan juga dibuka menguat setelah indeks Kospi naik 0,8 persen.
Harga emas telah terkoreksi sejak awal pekan di tengah penguatan dolar AS. Investor mencermati pernyataan The Fed di depan Kongres yang berlangsung tiga hari.
Analis Sucor Sekuritas Joey Faustian mengatakan, likuiditas emiten konstruksi memang cukup ketat pada 2020 karena minimnya kontrak baru dan penurunan pendapatan yang cukup dalam
Mayoritas Bursa Asia dibuka melemah pada Selasa (22/9) karena kekhawatiran lockdown di Eropa dan laporan tentang lembaga keuangan yang diduga memindahkan dana ilegal yang merugikan saham perbankan global.
Nilai tukar rupiah di pasar spot kurang bergairah pada awal perdagangan hari ini. Selasa (22/9), rupiah spot dibuka di level Rp 14.705 per dolar Amerika Serikat (AS).
Mengutip Bloomberg, Senin (21/9), Powell akan bersaksi di hadapan komite Kongres selama tiga hari berturut-turut pada selasa, Rabu dan Kamis untuk membahas tanggapan terhadap pandemi virus corona.
Mengutip Reuters, investor menanti perkembangan stimulus fiskal Amerika Serikat (AS0 dan vaksin virus corona di tengah kebangkitan kembali infeksi virus ini di Eropa.
Nilai tukar rupiah di pasar spot mengawali pekan dengan sempurna. Senin (21/9) rupiah spot dibuka di level Rp 14.670 per dolar Amerika Serikat (AS).
Fund manager PT Insight Investments Management Nesya F Agustini menilai, walau pada RDG kemarin BI tidak menurunkan suku bunga, peluang untuk penurunan suku bunga sebenarnya masih ada. Dia menilai, setidaknya BI masih bisa memangkas suku bunga sebesar 25 bps di tengah inflasi Indonesia yang rendah dan stabilnya nilai tukar rupiah.
Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan, bauran kebijakan yang terus dilakukan, hampir semuanya diarahkan bersama dengan kebijakan fiskal dari pemerintah.
Bursa Asia bergerak mixed cenderung turun pada perdagangan terakhir pekan ini. Jumat (18/9) pukul 8.40 WIB, indeks Nikkei 225 turun 0,04% ke 23.308.
Mayoritas bursa Asia melemah pada perdagangan hari ini. Kamis (17/9) pukul 8.26 WIB, indeks Nikkei 225 turun 0,47% ke 23.364.
Head of Investment Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengatakan kinerja reksadana saham akan ikut terpengaruh terhadap kebijakan tersebut. Hal ini dikarenakan pemberlakuan PSBB berpotensi membuat pertumbuhan ekonomi lebih buruk dari ekspektasi sebelumnya.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada awal perdagangan hari ini meski bursa Asia mayoritas melemah. Kamis (17/9) pukul 9.06 WIB, IHSG menguat 0,6% ke 5.088 di awal perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI).
Bursa Asia mayoritas bergerak menguat pada Rabu (16/9) pagi. Pukul 8.23 WIB, indeks Nikkei 225 menguat tipis 0,01% ke 23.456. Hang Seng menguat 0,37% ke 24.823.
Jumlah penawaran yang masuk dalam lelang sukuk yang digelar Selasa (15/9) mengalami penurunan. Dalam lelang sukuk kali, jumlah penawaran yang masuk menyentuh Rp 20,79 triliun.
Terms of Use / Privacy and Security © 2013 PT. Indoasia Aset Manajemen All rights reserved